Copyright © 2017 K+A D . All rights reserved.

 

F I R M A   A R S I T E K T U R

Horizontal.png
  • della Soelistyawati

Cheonggyecheon Stream, Sungai Kota yang Pernah Terabaikan

Updated: Aug 28, 2019


Sungai Cheonggye atau Cheonggyecheon Stream merupakan sebuah sungai yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan. Pada awal abad ke-20, kota Seoul mengalami berbagai modernisasi dalam pembangunan kota namun menyebabkan kerusakan untuk ekosistem sungai ini. Sungai ini berubah menjadi perkampungan yang kumuh dan kotor karena digunakan warga sebagai tempat pemandian dan cuci juga menjadi tempat pembuangan sampah dan kotoran yang mengalir menuju sungai Hangang. Selain itu terdapat beberapa jembatan sungai yang digunakan para pedagang untuk melakukan jual beli.

The History

Pada tahun 1978, pemerintah membangun jembatan layang (Cheonggye Overpass) tepat diatas Sungai Cheonggye sebagai simbol atas keberhasilan industrialisasi dan modernisasi kota Seoul. Hal ini menjadikan Sungai Cheongye semakin terabaikan selama 30 tahun dan mengalami degradasi parah dengan kualitas perairan yang sangat buruk.

Pada tahun 2003, pemerintah memulai proyek revitalisasi Sungai Cheonggye agar mengembalikan fungsi sungai dan juga sebagai kebutuhan akan ruang publik di kota Seoul. 4 lajur jembatan layang di atas sungai ini dihancurkan. Pemerintah juga menggali kembali sungai ini. Sebagai solusi untuk pemindahan volume kendaraan yang melalui jembatan layang, pemerintah mengembangkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) secara besar-besaran agar warga Seoul berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

The Design

Pada tahun 2005, proyek yang juga bernama 'ChonGae Canal Restoration' ini merupakan sayembara internasional dengan konsep utama 'The Future Reunification of North & South Korea' yang kemudian dimenangkan oleh Minkyong Kim. Revitalisasi Sungai Cheonggye ini menghasilkan area publik dengan pedestrian yang baik sekaligus memperbaiki kualitas air juga mengurangi polusi udara di sepanjang sungai. Desain ini dilengkapi dengan barometer air berupa pemasangan elemen batu yang miring untuk mengetahui ketinggian air agar tidak terjadi banjir pada musim tertentu. Revitalisasi sungai ini menjadi langkah pertama dalam upaya pembangunan kembali drainase alami kota.

Sungai Cheonggye memiliki panjang 8 km dengan taman seluas 400 hektar dan berada di pusat distrik bisnis dan komersial kota Seoul. Sepanjang Cheonggyecheon stream terdapat 14 titik yang menarik. Pertama, Cheonggye Plaza dengan luas 2500 m2 sebagai starting point dari Cheonggyecheon stream yang didesain berdasarkan bojagi Korea tradisional (kain pembungkus berwarna-warni) dengan kombinasi dari keindahan elegan batu tradisional Korea.. Kemudian diikuti Gwangtonggyo Bridge, Banchado-Painting of King Jeongjo’s Royal Procession, Supyogyo Site, Ongnyucheon Pond, Fashion Plaza, Ogansumun Site (Floodgate), Cheonggyecheon Historical Laundry Site, Rhythm Wall Fountain atau air mancur setinggi 4 meter yang dilengkapi desain pencahayaan buatan yang atraktif di malam hari, Wall of Hope yang terbuat dari 8 jenis batu yang berasal dari 8 provinsi di Korea Selatan dan Utara, Tunnel Fountain, Jonchigyogak sebagai pengingat Cheonggye Overpass, Cheonggyecheon Museum dan terakhir Willow Swamp. Saat ini Cheonggyecheon Stream menjadi salah satu tempat wisata yang populer di kota Seoul.

#arsitekturkorea #arsitekturseoul #seoul #SOUTHKOREA #korea #konsultan #cheonggyecheon #stream #cheonggye #chongae #revitalisasi #sungai #arsitekturbandung #arsitek #arsitekturarsitektur #arsitektur #arsitekkorea #KAD #kadfirmaarsitektur #jalanarsitek #arsitekindonesia #urban #design #designreview #review #reviewdesain #buildings #buildingreview #minkyong #kim #futuristic

22 views