• Aishah Faudina

KAD bicara De Tjolomadoe

Updated: Aug 28, 2019


Penjajahan Belanda di Indonesia selama 3,5 abad memberikan banyak peninggalan bagi Indonesia. Bangunan yang ditinggalkan dari masa penjajahan terdiri dari berbagai fungsi, mulai dari tempat tinggal, bangunan pemerintahan hingga bangunan industri. Salah satu peninggalan Belanda di Karanganyar ini yaitu Pabrik Gula Colomadu atau yang sekarang dikenal sebagai De Tjolomadoe.

Pabrik Gula Colomadu merupakan pabrik gula pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1861. Bangunan pabrik yang berada di lahan seluas 6,4 Ha yang dikelilingi oleh kebun tebu. Setelah mengalami kebangkrutan pada tahun 1997, bangunan ini tidak digunakan lagi sehingga menjadi bangunan terbengkalai.

Pada tahun 2016 mulai direncanakan revitalisasi bangunan ini. Dengan konsep revitalisasi yang dibuat oleh Airmas Asri, pembangunan revitalisasi ini dimulai pada tahun 2017, sehingga pada bulan Maret tahun 2018 kawasan de Tjolomadoe ini dapat beroperasi menjadi bangunan dengan fungsi yang baru yaitu Pusat Kebudayaan, Concert Hall, Venue of MICE (Meeting, Convention, Exhibition) dan area komersil.

Karena bangunan de Tjolomadoe merupakan bangunan yang lama, maka terdapat beberapa bagian bangunan yang diubah karena strukturnya sudah tidak kuat atau berbahaya. Menara yang terlihat dari luar bangunan merupakan ketel uap/ cerobong yang strukturnya menyatu dengan bangunan sehingga tidak dapat dihilangkan. Kesan bangunan heritage dan industrial melekat pada bangunan ini.

Area pertama yang dilewati ketika memasuki bangunan yaitu area Stasiun Gilingan. Stasiun Gilingan merupakan nama yang berasal dari proses pembuatan gula yaitu proses awal penggilingan setelah tebu dipilah. Area Stasiun Gilingan tidak mengalami banyak perubahan. Struktur atap dengan sistem truss ini dapat digunakan kembali yang juga menjadi nilai estetik dari dalam bangunan.

Stasiun Gilingan saat ini digunakan sebagai area museum pabrik gula. Pengunjung yang memasuki area ini dapat melihat mesin penggilingan dengan ukuran asli karena mesin yang dipajang merupakan sisa dari peninggalan pabrik yang dicat kembali lalu disimpan di mezzanine yang diberi pagar kaca di tengah ruangan. Penggunaan kaca di sisi ruangan menjadi sumber cahaya utama pada area ini. Selain itu jendela kaca ini juga menjadi bagian dari museum, dimana pada malam hari pengunjung dapat melihat mesin penggilingan ini dari luar bangunan.

Setelah melewati stasiun gilingan, terdapat dua area yang dapat dikunjungi yaitu Stasiun Penguapan dan area menuju museum mengenai sejarah pabrik gula di Indonesia. Stasiun Penguapan berasal dari nama proses pembuatan gula. Pada area ini juga tidak banyak perubahan yang dilakukan. Mesin-mesin peninggalan pabrik gula dipertahankan dan dicat dengan cat khusus anti karat.

Stasiun Penguapan kini digunakan sebagai area komersil. Terdapat toko souvenir dan coffee shop kecil yang dilengkapi dengan area duduk. Mesin penguapan dengan ukuran besar ini menjadi bagian dari museum sehingga pengunjung dapat melihat dan berfoto di area ini. Struktur atap truss dari bangunan lama diperbaiki dan di cat ulang sehingga dapat berfungsi dengan baik. Bagian struktur atap yang di ekspose ini menjadi nilai estetik dalam bangunan.

Selain mesin penguapan yang dipajang, di area ini juga terdapat foto bangunan lama yang dipajang di koridor Stasiun Penguapan. Pengunjung dapat melihat kondisi pabrik gula ini sebelum direnovasi menjadi destinasi wisata.

Area Stasiun Gilingan berhubungan langsung dengan area museum pabrik gula. Di dalam area tersebut terdapat ruangan yang lebih tertutup. Pengunjung dapat melihat maket Pabrik Gula Colomadu dan penjelasan mengenai tanaman tebu yang mana merupakan bahan dasar gula. Selain itu pengunjung dapat melihat sejarah mengenai perkembangan pabrik gula di Indonesia.

Di dalam area ini juga terdapat ruangan khusus untuk berfoto. Ruangan ini berisi karya seni dalam bentuk lukisan dinding yang menyala ketika lampu dimatikan (glow in the dark). Ruangan khusus lain juga berisi area untuk berfoto dimana terdapat proyektor yang menampilkan gambar-gambar berwarna yang akan berganti setiap menitnya.

Selain di dalam ruangan, mesin-mesin peninggalan pabrik gula ini juga terdapat di luar sehingga ketika pengunjung keluar dari area bangunan tetap dapat melihat peninggalan sejarah dari pabrik gula tersebut. Mesin ini yang berada di luar bangunan ini tetap dirawat dengan pengecatan anti karat dan tahan cuaca agar tidak ada mesin yang rusak.

#arsitekturindonesia #arsitektursolo #arsitektur #heritage #sejarah #arsitekturbelanda #detjolomadoe #colomadu #pabrik #pabrikgula #AirmasAsri #instagramable #wisatasolo #wisatabudaya #kawasan #KAD #kadfirmaarsitektur #estetika #truss #bangunanlama #mesinpabrik #exploresolo #exploreindonesia #designreview #arsitekindonesia #jawatengah #karanganyar #architecture #archdaily #kad #firma #arsitek #arsitekturarsitektur #jalanarsitek #arsitekturheritage #indonesia

71 views

Copyright © 2017 K+A D . All rights reserved.

 

F I R M A   A R S I T E K T U R

Horizontal.png