• Yasinta Rachma

KAD bicara Rumah Botol

Updated: Oct 14, 2019


Konsep daur ulang bukanlah hal baru di dunia arsitektur. Bertujuan mengubah sampah atau barang bekas menjadi sesuatu yang berguna, konsep ini diterapkan dengan cara memanfaatkan material daur ulang sebagai elemen bangunan, salah satunya adalah botol minuman bekas. Penggunaan botol bekas sebagai elemen bangunan merupakan aspek yang diterapkan pada desain rumah botol. Sebanyak 30.000 sampah botol bekas dikumpulkan untuk dijadikan elemen fasad, dinding dan partisi di rumah ini.

Pada bagian fasad, botol-botol bekas dikelompokkan menjadi modul bidang persegi panjang yang disusun berselang-seling dengan kaca. Selain sebagai elemen estetika pada fasad bangunan, botol-botol tersebut berfungsi untuk menyaring sinar matahari.

Penggunaan material botol bekas diterapkan sebagai dinding pada beberapa bagian rumah. Tekstur yang dihasilkan dari dinding berbahan botol tersebut memberikan kesan unik baik pada eksterior maupun interior. Botol yang berbahan kaca, membiaskan cahaya matahari dan memberikan kesan hangat ke dalam ruangan.

Selain menggunakan material dari botol bekas, rumah ini menggunakan material alam seperti batu andesit pada bagian patio rumah. Penggunaan material alami seperti batu alam dapat mengurangi efek silau di area tersebut.

Pemanfaatan material bekas merupakan solusi dari masalah lingkungan. Dengan desain yang kreatif, sampah atau barang bekas dapat diubah menjadi sebuah karya arsitektur yang unik dan menginspirasi untuk banyak orang.

#recycle #architecture #rumahbotol #ridwankamil #bandung #house #rumahtropis #meterialdaurulang #arsitekindonesia #arsitek #arsitekturindonesia #arsitektur #arsitekturbali #jalanarsitek #arsitekturarsitektur #arsitekturbandung #kadfirmaarsitektur #KAD #indonesia

0 views

Copyright © 2017 K+A D . All rights reserved.

 

F I R M A   A R S I T E K T U R

Horizontal.png