• KAD Firma Arsitektur

Kad bicara Jewel Changi Airport Singapura


Jewel Changi Airport

Singapura tidak pernah berhenti menjadi laboratorium arsitektur bagi dunia. Di April 2019, negara ini melahirkan lagi 1 bangunan yang catchy yaitu Jewel Changi di Changi Airport.

Bangunan Jewel Changi didesain oleh salah satu arsitek legendaris Israel-Canada yaitu Mohse Safdie. Beliau memulai debutnya pada proyek The Habitat 67 di Canada dan mulai dikenal banyak orang sejak proyek terpopulernya yaitu Marina Bay Sands di Singapura.

Mohse Safdie

Jewel Changi mulai menarik perhatian media karena memiliki air terjun yang unik dan menjadi spot bagi wisatawan seluruh dunia. Lokasinya yang berada di tengah antara Terminal 1, 2 dan 3 menjadi ruang berkumpul baru untuk wisatawan berlalu lalang selama di bandara.


Konsep Jewel Changi lahir dari kebutuhan penghubung antara beberapa terminal di Changi Airport. Jewel menjadi sentral dari Changi Airport yang menghubungkan antara konsep alam dan marketplace.


Secara bentuk, bangunan Jewel berasal dari lingkaran torus yang tersusun menjadi sebuah volume dan terbuat full dari kaca. Di tengah atap dom kaca ini terdapat okulus atau bukaan untuk the centre of view yaitu air terjun. Dom kaca ini memiliki lebar bangunan 200 m dan panjang bangunan 150 m. Strukturnya ditopang oleh sistem struktur fasad kaca yang berbentuk segitiga dan beberapa struktur khusus pada area tertentu. Hal ini membuat Jewel memiliki banyak ruangan yang bebas kolom.


Okulus pada Jewel Changi Airport

Hampir seluruh permukaan bangunan Jewel merupakan fasad dan atap kaca dengan struktur berupa 14 tiang baja yang berbentuk seperti pohon. Berat fasad kaca ini mencapai 3500 ton atau sekitar berat 6 pesawat Airbus A-380. jumlah panel kaca ini sendiri mencapai 9000 panel dengan waktu instalasi lebih dari satu tahun. Setiap panel kaca memiliki gap sebesar 16 mm sebagai insulasi terhadap suara. Selain itu, digunakan juga kaca khusus agar dapat menerima banyak cahaya namun mengurangi panas.


Struktur Jewel Changi Airport

Bangunan ini memiliki ketinggian 64 meter sampai ke dasar bangunan dengan total 10 lantai dengan luas bangunan sebesar 135700 m2. Untuk pembangunan ini diketahui telah menghabiskan dana sebanyak 1.7 miliar USD.


Konsep Jewel Changi Airport

Jewel Changi memiliki beberapa fasilitas utama seperti Skytrain, Canopy Bridge,Cloud9 Piazza, dan Rain Vortex /air terjun dengan watertank di area basement.

1. THE RAIN VORTEX

The Rain Vortex atau air terjun pada bangunan ini merupakan air terjun indoor tertinggi pertama di dunia dengan diameter 11 m dan ketinggian 40 meter samoai ke tanki air. Air yang dibutuhkan untuk membuat air terjun yaitu sebanyak 10000 galon air atau 500ribu liter air per menitnya, hal ini membuat efek penghawaan yang sejuk bagi ruangan disekitarnya. Perlu diketahui bahwa air ini berasal dari penampungan air hujan dan air ini juga digunakan kembali untuk kebutuhan pengairan lansekap. sebelum sampai tangki air, air terjun ini juga dapat dilihat dari basement area. Pemandangan dari sisi ini memberi kesan dan efek yang lain terhadap psikologis penikmatnya.

Rainvortex Jewel Changi Airport

2. THE CANOPY PARK


The canopy park adalah lantai paling atas dengan luas 14000 m2 yang digunakan sebagai ruang rekreasi. Pada area ini terdapat beberapa tempat rekreasi seperti Manulife Sky Nets, Outdoor Terrace Dinning, Canopy Bridge, Hedge Maze dan Dscovey Slides.


Skynets di The Canopy Park
Hedge Mazes di The Canopy Park

3. SHISEIDO FOREST VALLEY & GARDENS

Shiseido Forest Valley & Gardens yaitu sebuah lembah dari air terjun dan hutan dengan koleksi sampai 2000 jenis pohon dan palem serta 100.000 jenis semak. Di area ini juga terdapat trail sepanjang 160 m dengan pemandangan dan kabut dari air terjun. Terdapat juga the skytrain yang menghubungkan terminal 2 dan 3 dengan pemandangan air terjun dan hutan ini.


Shiseido Forest & Valley Gardens

Pada malam hari, air terjun ini berubah menjadi tempat pertunjukan cahaya dan suara dengan konsep mistik namun tetap megah. Selain itu, area hutan juga ikut menjadi tempat pertunjukan dengan membawa konsep keindahan alam di jepang. Pertunjukan malam hari ini menjadi kolaborasi teknologi digital yang menawarkan sebuah pengalaman baru dan unik antara manusia dan seni.


Jewel at Night

Jewel merupakan contoh bahwa estetika pada bangunan dapat membangunkan indera pada manusia sebagai pengguna bangunan. Jewel juga memberikan pengalaman alam dan marketplace yang sekaligus pada sebuah bandara yang menjadi tempat banyak orang berpindah.



84 views

Copyright © 2017 K+A D . All rights reserved.

 

F I R M A   A R S I T E K T U R

Horizontal.png